PENERAPAN AES UNTUK WEBSITE PEMILIHAN KETUA OSIS PADA SMPN 8 PALANGKA RAYA
PENERAPAN AES UNTUK WEBSITE PEMILIHAN KETUA OSIS PADA SMPN 8 PALANGKA RAYA
Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.
PENERAPAN AES UNTUK WEBSITE PEMILIHAN KETUA OSIS PADA SMPN 8 PALANGKA RAYA
INTISARI Ulfa Rahmayanti, C1857201051, 2022. Penerapan Metode TOPSIS Dalam Seleksi Penerima Beasiswa KIP Pada STMIK Palangkaraya, Pembimbing I Susi Hendartie, M.Kom., Pembimbing II Sulistyowati, S.Kom., M.Cs. Melalui Program Indonesia Pintar (PIP), Pemerintah Indonesia telah menerbitkan Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-Kuliah) sejak tahun 2020 sebagai salah satu bentuk dukungan pendidikan bagi lulusan SMA, SMK atau sederajat dari keluarga kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. STMIK Palangkaraya merupakan salah satu lembaga perguruan tinggi swasta penyalur KIP-Kuliah yang masih menggunakan cara manual dalam proses seleksi penerimanya karena belum ada alat bantu atau metode khusus untuk menentukan penerima beasiswa sehinga cenderung bersifat subjektif. Mempertimbangkan hal tersebut maka diperlukan suatu sistem pengambilan keputusan untuk menentukan penerima beasiswa dari kriteria yang telah ditentukan. Metode yang digunakan dalam pengambilan keputusan untuk seleksi penerimaan beasiswa ini adalah dengan menggunakan metode Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) yang diharapkan dapat membantu bagian kemahasiswaan dalam menentukan rekomendasi penerimaan beasiswa di STMIK Palangkaraya. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Kualitatif yang memanfaatkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan pelaku yang dapat diamati. Tahapan dalam Penelitian Kualitatif adalah pengumpulan data, reduksi & kategorisasi data, display data, penarikan kesimpulan. Parameter input yang digunakan adalah data alternatif, data kriteria dan data bobot. Untuk parameter input data alternatif digunakan data calon penerima beasiswa KIP yang telah mendaftarkan diri pada STMIK Palangkaraya sebanyak 34 orang, data kriteria yaitu jumlah penghasilan orang tua, jumlah tanggungan orang tua, pekerjaan orang tua, tahun kelulusan SMA/SMK, dan prestasi. Metode TOPSIS dapat diterapkan pada seleksi calon penerima beasiswa KIP STMIK Palangkaraya dan dapat membantu memberikan objektivitas serta rekomendasi bagi Kemahasiswaan dalam penilaian dan perangkingan. Berdasarkan perbandingan yang dilakukan, perhitungan metode TOPSIS dalam seleksi penerima beasiswa KIP dapat menyaring 4 peserta yang tidak layak menerima beasiswa dan dapat menyaring 4 mahasiswa yang seharusnya diterima tetapi ditolak pada proses seleksi manual.
STMIK Palangkaraya adalah Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer yang pertama di Kalimantan Tengah terlebih lagi di kota Palangkaraya. Berdiri sesuai dengan ijin yang dikeluarkan oleh Dirjen Dikti Depdikbud Nomor 078/D/O/1995, tanggal 28 September 1995 dan ijin perubahan status menjadi STMIK Palangkaraya dari Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 71/D/O/2007 tanggal 24 Mei 2007. STMIK Palangkaraya memiliki tiga jurusan yaitu Teknik Informatika (S1), Sistem Informasi (S1), dan Manajemen Informatika (D3). Para mahasiswa yang ingin mendapat gelar disini akan melakukan kegiatan perkuliahan dan juga mengerjakan Tugas Akhir. Tugas Akhir atau juga sering diketahui sebagai skripsi adalah penelitian yang wajib dilakukan para mahasiswa agar bisa meraih gelar kelulusannya. Dalam pengerjaan tugas akhir tersebut, maka akan ada para dosen pembimbing yang membantu nantinya. Maksud dari penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah agar para mahasiswa dapat mempertimbangkan dosen pembimbing tugas akhir yang sesuai dengan topik dari penelitian tugas akhir yang akan dilakukan mahasiswa. Penulis melakukan penelitian di prodi Teknik Informatika dimana pada prodi tersebut terdapat dua peminatan yang bisa diambil para mahasiswa yaitu peminatan Sistem Cerdas dan Jaringan. Pertimbangan dapat dilihat dari kesamaan topik dari penelitian tugas akhir dan juga keahlian peminatan para dosen. Pemilihan dosen pembimbing dilakukan dengan perhitungan menggunakan algoritma Naive Bayes dan juga aplikasi rapidminer. Faktor yang menjadi pertimbangan pemilihan dilihat dari peminatan yang diambil. Mahasiswa dapat menghitung nilai probabilitas dosen yang ingin dijadikan dosen pembimbing. Semakin tinggi nilai probabilitasnya dan nilai akurasinya, maka dosen tersebut berkompeten sesuai dengan peminatan yang diambil oleh mahasiswa. Namun disini penulis hanya dapat menghitung nilai probabilitas dari dosen pembimbing 1 dikarenakan hanya dosen pembimbing 1 yang mempunyai kompetensi keahlian sesuai peminatan.