Hasil pencarian
Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.
Pencarian lanjut AND / OR / NOT
Analisis dan Desain Sistem Informasi Monitoring dan Penilaian Kinerja Karyawan pada PT. Indonesia Comnets Plus (Icon+) Kantor Perwakilan Kalimantan Tengah .berbasis Web
Analisis dan Desain Sistem Informasi Monitoring dan Penilaian Kinerja Karyawan Pada PT. Indonesia Comnets Plus (ICON+) Kantor Perwakilan Kalimantan Tengah Berbasis Web
Seiring dengan berkembangnya sistem informasi saat ini, banyak sistem informasi pada organisasi atau perusahaan ingin mencapai tahap sistem informasi tersebut menjadi lebih cepat, relevan dan akurat. Pada PT. Indonesia Comnets Plus (ICON+) Kantor Perwakilan Kalimantan Tengah, dalam melakukan penilaian prestasi kinerja terhadap karyawan dilakukan terpusat dengan menggunakan aplikasi Sistem Informasi Kinerja Pegawai Nasional (SIMKPNAS). Hal ini tentunya memberikan akses yang terbatas dan aliran data informasi mengenai penilaian kinerja karyawan pada PT. Indonesia Comnets Plus (ICON+) Kantor Perwakilan Kalimantan Tengah tidak dapat maksimal karena dilakukan oleh pihak dari pusat. Sebelum penginputan kinerja karyawan pada sistem, Manager terlebih dahulu menyusun KPI karyawan menggunakan aplikasi Microsoft Excel yang kemudian akan dikirimkan melalui email masing-masing karyawan untuk mengisi pencapaian kinerja sesuai bidangnya masing-masing. Karena permasalahan tersebut maka dibuatlah desain sistem baru yang dapat menggantikan sistem lama. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, kepustakaan dan kuesioner. Menggunakan metode analisis PIECES, dan alat bantu analisis UML (Unified Modeling Language), serta perancangan antarmuka (Interface) menggunakan Adobe Photoshop. Berdasarkan hasil dari perhitungan kuesioner menggunakan metode Skala Likert, dengan 5 pernyataan yang diajukan kepada 16 responden dapat disimpulkan bahwa rancangan sistem informasi monitoring dan penilaian kinerja karyawan pada PT. Indonesia Comnets Plus (ICON+) Kantor Perwakilan Kalimantan Tengah sudah layak karena memperoleh nilai interpretasi 66,4%. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan dapat menggambarkan hal yang akan terjadi kedepannya apabila sistem ini diterapkan. Bisa menjadi bahan pertimbangan untuk dilihat kelebihan dan kekurangannya, sehingga dapat dilanjutkan kepada tahap pembangunan aplikasi oleh peneliti selanjutnya.