ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Air merupakan senyawa kimia yang sangat penting bagi makhluk hidup di bumi ini. Untuk mendapatkan air bersih diperlukan beberapa metode yang berbeda, salah satunya adalah dengan memanfaatkan sumur bor. Air sumur bor sudah banyak digunakan masyarakat pada saat ini, misal sebagai air mandi, mencuci, bahkan ada juga yg digunakan untuk memasak. Namun tidak sedikit dari masyarakat yang kurang memperhatikan kualitas dari air tersebut, karena air yang bersih jernih belum tentu baik kualitasnya. Seiring berkembangnya zaman seperti sekarang ini, banyak sekali teknologi yang muncul untuk mempermudah dalam membantu pekerjaan manusia dengan cepat. Salah satunya adalah Internet of Things (IoT), Kemampuan akses dari IoT bisa saja tidak terbatas berkat perangkat IoT yang selalu tersambung ke internet, sehingga dapat diakses dan digunakan kapan saja dan dimana saja. Adapun jenis metode penelitian yang digunakan penulis disini adalah metode Prototyping. Prototyping merupakan metode pengembangan sistem yang menggunakan prototype untuk menggambarkan sistem, sehingga pengguna atau pemilik sistem mempunyai gambaran pengembangan sistem yang akan dilakukan. Prototype sering diwujudkan dalam bentuk tampilan antarmuka (user interface) program aplikasi dan reporting yang dihasilkan dalam pengembangan sistem informasi. mengaplikasikan alat bantu dimana memungkinkan program bekerja untuk dimunculkan secara cepat. Berdasarkan penelitian pada sistem monitoring kualitas air sumur bor, penulis dapat memberikan analisa bahwa sistem monitoring berjalan dan berfungsi dengan semestinya, dimana output berupa grafik dan nilai pengukuran hasil pembacaan data dari sensor dapat ditampilkan melalui sistem IoT atau aplikasi Blynk. Menurut hasil pengujian, dapat disimpulkan bahwa air sumur bor dari beberapa lokasi yang dijadikan sampel, merupakan air dengan kualitas yang baik dan layak digunakan karena mendekati standar mutu dari Dinas Kesehatan. Arduino sebagai pusat kendali dan NodeMCU sebagai pemroses data bekerja dengan baik sehingga data dapat diproses dan dikirim serta menampilkan data hasil pembacaan ketiga sensor berupa grafik dan nilai kualitas air secara realtime.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•
Kezia Sinta Asih, C1955201074,2023. Prototype Sistem Pendeteksi Kebakaran Berbasis IoT Pada Rumah, Pembimbing I Herkules,S.Kom.,M.Cs., Pembimbing II Amaya Andri Damaini,S.Kom.,M.T Daerah perkotaan memiliki perumahan yang padat penduduk sehingga berpotensi menimbulkan masalah apabila terjadi kebakaran. Kebakaran ini dapat disebabkan oleh faktor kelalaian manusia dan faktor alam. Permasalahan yang sering terjadi adalah kebakaran terjadi, petugas pemadam kebakaran sering datang terlambat, sehingga kerugian akibat kebakaran tersebut menjadi lebih besar. Oleh karena itu diperlukan sebuah sistem yang bekerja secara otomatis saat kebakaran terjadi. Pada penelitian ini sistem yang digunakan sistem pendeteksi kebakaran menggunakan sensor api, sensor asap, buzzer dan aplikasi blynk untuk mendeteksi adanya api, asap kebakaran, menyampaikan suara alarm dan untuk mengirimkan alamat rumah ke petugas pemadam kebakaran. Hasil pembuatan prototype sistem pendeteksi kebakaran berbasis IoT pada rumah menunjukkan bahwa sensor dan buzzer berfungsi baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•
Angga Setiyawan, C1855201024, 2022. Otomatisasi Alat Penyiram Tanaman dan Monitoring Kelembaban Tanah Menggunakan NodeMCU dan Sensor Soil Moisture Berbasis Internet of Things (IoT), Pembimbing I Herkules, S.Kom., M.Cs., Pembimbing II Elok Faiqotul Himmah, S.Si., M.Sc. Hal yang melatarbelakangi penulis melakukan penelitian ini adalah dengan melihat faktor yang menentukan kegagalan pertumbuhan dalam suatu tanaman hampir dipengaruhi oleh teknik atau cara penyiraman tanaman yang salah. Hal ini disebabkan oleh teknik penyiraman yang dilakukan secara manual sehingga tidak semua tanaman mendapatkan asupan air yang merata. Tujuan tugas akhir ini adalah merancang dan membuat alat penyiram tanaman otomatis dan monitoring kelembaban tanah berbasis Internet of Things (IoT). Pada penelitian ini NodeMCU berfungsi sebagai perangkat utama yang akan mengontrol aktivitas sensor, relay maupun pompa air yang dapat terhubung ke jaringan internet (Wi-Fi) dan dikendalikan melalui aplikasi pada smartphone pengguna. Sensor soil moisture berfungsi mengukur tingkat kelembaban tanah dan dimonitoring menggunakan aplikasi blynk dengan melalui NodeMCU terlebih dahulu. Aplikasi blynk digunakan untuk memonitoring kelembaban pada tanah dengan mengambil data dari sensor yang telah dikirimkan melalui NodeMCU. Aplikasi telegram berguna sebagai kendali untuk mematikan dan menghidupkan pompa air. Pada penelitian ini penulis menggunakan Metode Prototype sebagai metode penelitian. Metode prototype bertujuan untuk memberi gambaran kepada pengguna bagaimana perangkat ini akan di bangun dengan membuat sistem prototype terlebih dahulu sehingga, pengguna dapat memberikan evaluasi. Dengan adanya evaluasi dari aplikasi prototype ini, dapat dijadikan sebuah acuan untuk membangun sebuah perangkat yang merupakan produk akhir dari penelitian ini. Dari hasil pembuatan prototype penyiram tanaman dan monitoring kelembaban tanah penulis menyimpulkan, prototype berhasil dibangun dan diuji di lapangan dengan luas kebun 2 x 3 meter dengan banyak tanaman 15 – 20 pot dan dengan menggunakan mesin pompa Panasonic GP129JPX dengan daya motor 125 watt dan kapasitas pompa 35 liter/menit.