Otomatisasi Alat Penyiram Tanaman dan Monitoring Kelembaban Tanah Menggunakan NodeMCU dan Sensor Soil Moisture Berbasis Internet of Things (IoT)
Angga Setiyawan, C1855201024, 2022. Otomatisasi Alat Penyiram Tanaman dan Monitoring Kelembaban Tanah Menggunakan NodeMCU dan Sensor Soil Moisture Berbasis Internet of Things (IoT), Pembimbing I Herkules, S.Kom., M.Cs., Pembimbing II Elok Faiqotul Himmah, S.Si., M.Sc. Hal yang melatarbelakangi penulis melakukan penelitian ini adalah dengan melihat faktor yang menentukan kegagalan pertumbuhan dalam suatu tanaman hampir dipengaruhi oleh teknik atau cara penyiraman tanaman yang salah. Hal ini disebabkan oleh teknik penyiraman yang dilakukan secara manual sehingga tidak semua tanaman mendapatkan asupan air yang merata. Tujuan tugas akhir ini adalah merancang dan membuat alat penyiram tanaman otomatis dan monitoring kelembaban tanah berbasis Internet of Things (IoT). Pada penelitian ini NodeMCU berfungsi sebagai perangkat utama yang akan mengontrol aktivitas sensor, relay maupun pompa air yang dapat terhubung ke jaringan internet (Wi-Fi) dan dikendalikan melalui aplikasi pada smartphone pengguna. Sensor soil moisture berfungsi mengukur tingkat kelembaban tanah dan dimonitoring menggunakan aplikasi blynk dengan melalui NodeMCU terlebih dahulu. Aplikasi blynk digunakan untuk memonitoring kelembaban pada tanah dengan mengambil data dari sensor yang telah dikirimkan melalui NodeMCU. Aplikasi telegram berguna sebagai kendali untuk mematikan dan menghidupkan pompa air. Pada penelitian ini penulis menggunakan Metode Prototype sebagai metode penelitian. Metode prototype bertujuan untuk memberi gambaran kepada pengguna bagaimana perangkat ini akan di bangun dengan membuat sistem prototype terlebih dahulu sehingga, pengguna dapat memberikan evaluasi. Dengan adanya evaluasi dari aplikasi prototype ini, dapat dijadikan sebuah acuan untuk membangun sebuah perangkat yang merupakan produk akhir dari penelitian ini. Dari hasil pembuatan prototype penyiram tanaman dan monitoring kelembaban tanah penulis menyimpulkan, prototype berhasil dibangun dan diuji di lapangan dengan luas kebun 2 x 3 meter dengan banyak tanaman 15 – 20 pot dan dengan menggunakan mesin pompa Panasonic GP129JPX dengan daya motor 125 watt dan kapasitas pompa 35 liter/menit.