ANALISIS JARINGAN WIRELESS LOCAL AREA NETWORK PADA DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
Local Area Network (LAN) adalah sejumlah komputer yang saling dihubungkan bersama di dalam satu areal tertentu yang tidak begitu luas, seperti di dalam satu kantor atau gedung. Kini telah banyak perusahaan/instansi yang telah menyadari perlunya mengikuti/memanfaatkan dari perkembangan teknologi, hal ini dapat dilihat dari banyaknya suatu instansi/perusahaan yang telah memanfaatkan sistem jaringan komputer (network) dalam pengelolaan dan komunikasi datanya, salah satunya adalah dilingkungan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaketrans) Provinsi Kalimantan Tengah. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan analisis dan desain pada jaringan WLAN di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Tengah, mengukur parameter kinerja jaringan agar dapat mengetahui kualitas jaringan WLAN. Metode yang digunakan adalah Quality of Service (QoS) atau kualitas layanan adalah metode pengukuran yang digunakan untuk menentukan kemampuan sebuah jaringan. Parameter QoS yang digunakan dalam penelitian ini adalah, packet loss(banyaknya paket yang gagal mencapai tempat tujuan), delay(waktu yang dibutuhkan untuk mengirimkan sebuah paket data ) dan throughput(kemampuan sebenarnya suatu jaringan dalam melakukan pengiriman data). Analisis Quality of Service (QoS) mendapatkan hasil pengukuran pada lokasi titik pertama parameter QoS yaitu dengan nilai rata-rata throughput 4655,4bps, nilai rata-rata packet loss 0,52%, dan nilai rata-rata delay 128 ms menurut standar THIPON dengan kategori “Sangat Bagus”. Hasil pengukuran pada lokasi titik kedua parameter Quality of Service dengan nilai rata-rata throughput 3700,8 bps, nilai rata-rata packet loss 0,08%, dan nilai rata-rata delay 87 ms menurut standar THIPON dengan kategori “Sangat Bagus”. Dan hasil pengukuran pada lokasi titik ketiga parameter Quality of Service dengan nilai rata-rata throughput 4000,2 bps, nilai rata-rata packet loss 0,3%, dan nilai rata-rata delay 170,8 ms menurut standar THIPON dengan kategori “Bagus”. Diketahui bahwa penggunaan topologi jaringan Extended Service Sets (ESSs) dapat menyebabkan jaringan wireless LAN pada Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Tengahkurang stabil terutama di lokasi titik 3, maka dari itu penulis memberikan hasil rekomendasi desain topologi jaringan yang nantinya dapat dijadikan sebagai referensi atau acuan untuk membangun jaringan wireless LAN pada Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Tengah agar kualitas jaringan menjadi lebih baik.